Rabu, 02 Januari 2013

Semangat Para Lansia

            Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang terpenting dalam masyarakat. Secara historis keluarga terbentuk paling tidak dari satuan yang merupakan organisasi terbatas, dan mempunyai ukuran yang minimum, terutama pihak-pihak yang pada awalnya mengadakan suatu ikatan. Dalam observasi ini, kami mencoba untuk mencapai makna dari keluarga tersebut dengan cara membentuk sebuah komunitas lansia yang bertempatkan di Jl. Pareanom 20 Patang Puluhan Yogyakarta. Di tempat tersebut, kami melakukan observasi dalam bentuk pengajaran atau berbagi ilmu dan pengalaman.  Observasi kami berbasis pada kegiatan sosial untuk membentuk sebuah komunitas bagi para lansia dalam suasana kekeluargaan penuh kegembiraan dan kasih sayang.
            Observasi ini kami laksanakan sebanyak 3 kali pertemuan dimana selama observasi dilaksanakan, kami memberikan beberapa kegiatan yaitu pengajian, membaca Al-Qur’an, senam atau olahraga lansia, bercerita, dan sharing tentang keluarga. Tujuan utama dari dibentuknya sebuah komunitas lansi ini adalah untuk meningkatkan potensi lansi agar tetap aktif dan produktif serta bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan orang-orang disekitarnya. Dari observasi yang ami laksanakan, atusias dari para lansia di sekitar wilayah pareanom sangatlah tinggi. “Saya sangat berminat sekali mengikuti kegiatan ini agar tidak kesepian, dan saya juga ingin memperluas interaksi dan silaturahmi dengan lansia-lansia lainnya tanpa melupakan keluarga dirumah,” ujar ibu Wardanah, anggota komunitas lansia yang berusia 70 tahun. Begitu halnya dengan alasan-alasan dari para lansia yang lain seperti mencari ilmu, mencari kawan, dan ingin lebih kreatif produktif.
            Dalam komunitas lansia ini, semua anggotanya adalah wanita dan beragama islam. Hal tersebut yang mendasari kami untuk memberikan kegiatan pengajian dan membaca Al-Quran. Ketika kegiatan pengajian dilaksanakan, para lansia dengan seksama mencermati materi yang diberikan oleh pemateri. Semangat para lansia dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi ditandai dengan pertanyaan-pertanyaan dan tanggapan-tanggapan yang diberikan oleh para anggota saat kegiatan berlangsung. Dalam membaca Al-Quran kami tidak menemukan kendala yang signifikan karena semua anggota sudah mampu membacanya.
            Tidak hanya terpaku pada kegiatan yang sifatnya formal dan untuk rohani saja seperti pengajian dan membaca Al-Quran bersama, ada juga kegiatan yang ditujukan kepada kesehatan jasmani  para lansia yaitu senam atau olahraga lansia. Kegiatan ini bertujuan agar para lansia tetap bugar sehingga dapat melaksanakan kegiatan sehari-harinya dengan baik tanpa kendala kesehatan. Kegiatan ini seperti senam jari, senam punggung, dan lengan. Seorang anggota berusia 65 tahun, Musiam Suparman, ibu dari 6 anak ini berujar,”dengan mengikut senam ini, badan saya merasa lebih segar dan bugar. Nyeri-nyeri sendi menjadi berkurang.”
            Kegiatan terakhir kami adalah bercerita dimana di dalamnya dilengkapi dengan bertukar pikiran, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan bercanda bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk rekreasi, dalam artian adalah untuk merilekskan saraf otak agar tetap berfikiran positif. Antusias bercerita para lansia sangat tinggi, bahkan ketika kegiatan berlangsung semua anggota bercerita sehingga suasana menjadi ramai. Mayoritas anggota adalah bercerita mengenai pengalaman hidupnya saat masih muda.
            Pandangan para anggota terhadap keluarga sangatlah intim. Mereka berpandangan bahwa tidak ada keluarga yang lebih erat kecuali keluarga yang berdasarkan hubungan darah. Seperti kata seorang anggota bernama Siti Khalimah bahwa meskipun mengikuti kegiatan di luar keluarganya dan memiliki keluarga baru di komunitas lansia ini, beliau tidak lupa terhadap kedudukan dan perannya dalam keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar