Jurnal
ini merupakan bagian dari skripsi milik Kriswanto Sayid Mubarok. Jurnal ini
dibuat karena rasa keingin tahuan penulis terhadap motif remaja Desa Bayur Lor
dalam mengikuti olahraga Futsal di Cilamaya Karawang. Metode yang digunakan
dalam proses penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sample yang
digunakan hanya 15% dari 105 orang remaja di Cilamaya Karawang, sehingga sample
yang digunakan hanya 15 orang. Penggunaan angket disini juga dimaksimalkan
dalam rangka pengumpulan data. Teknik perhitungan data menggunakan teknik
analisis dan presentase, dan uji validitas.
Remaja
merupakan generasi penerus bangsa, dimana masa depan bangsa berada di pundak
para remaja. Agen pembangun terbesar bangsa ini adalah remaja. Remaja memiliki
potensi yang besar seperti sifatnya yang idealis, kritis, kreatif, suka akan
tantangan, dan patriotis. Namun pada dasarnya, setiap remaja memiliki latar
belakang pendidikan yang berbeda. Tidak semua remaja mampu merasakan pendidikan
hingga ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan banyak remaja yang sama sekali tidak
pernah merasakan pendidikan. Hal tersebut yang mendorong para remaja untuk
mengisi waktu luangnya dengan kegiatan
yang bermanfaat seperti olahraga, namun tidak menutup kenyataan bahwa tidak
sedikit remaja yang mengisi waktu luangnya untuk hal-hal yang tidak baik
seperti narkoba, minuman keras, dan tindakan criminal.
Kaitannya
dengan hal ini, para remaja Desa Bayur Lor cenderung lebih suka mengisi waktu
luangnya dengan bermain futsal. Futsal dikatakan sebagai olahraga yang ramai
karena dimainkan oleh banyak orang serta dapat dimainkan di mana saja. Rasa
gemar terhadap olahraga futsal timbul dari aspek kejiwaan atau keinginan baik
yang muncul dari diri sendiri maupun keinginan yang muncul karena dorongan dari
orang lain. Saat ini, olahraga futsal sangat popular dikalangan remaja di
Cilamaya Karawang karena futsal dianggap sebagai olahraga yang menyenangkan,
menarik, dan menyehatkan.
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran profil remaja Desa Bayur
Lor dalam mengikuti olahraga futsal. Dari hal tersebut didapatkan kebutuhan
sosial seperti kebutuhan psikologi, kebutuhan fisiologis memiliki kriteria yang
baik. Hal ini terbukti dari hasil perhitungan prsentase kebutuhan bahwa kebutuhan
fisiologis memiliki presentase 72.1% , Kebutuhan sosial memiliki presentase
78.6%, dan kebutuhan psikologi memilikin kriteria 39.59%. Dari presentase yang
dimiliki oleh masing-masing kebutuhan, dapat disimpulkan bahwa motivasi remaja
Desa Bayor Lor lebih didorong oleh kebutuhan sosial yang menempati presentase
tertinggi.
Penulis
juga mengemukakan beberapa saran yaitu agar remaja bersunggung-sungguh
mengikuti olahraga futsal secara teratur agar memiliki tujuan yang lebih jelas,
sosialisasi oleh pihak karangtaruna harus ditingkatkan kembali, pemerintah juga
harus lebih memperhatikan sarana prasarana dan lebih memperhatikan aktivitas
remaja dalam mengikuti olahraga untuk mengisi waktu luang.