Sabtu, 05 Januari 2013

REVIEW JURNAL PROFIL MOTIVASI REMAJA DESA BAYUR LOR DALAM MENGIKUTI OLAHRAGA DI CILAMAYA KARAWANG

Jurnal ini merupakan bagian dari skripsi milik Kriswanto Sayid Mubarok. Jurnal ini dibuat karena rasa keingin tahuan penulis terhadap motif remaja Desa Bayur Lor dalam mengikuti olahraga Futsal di Cilamaya Karawang. Metode yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sample yang digunakan hanya 15% dari 105 orang remaja di Cilamaya Karawang, sehingga sample yang digunakan hanya 15 orang. Penggunaan angket disini juga dimaksimalkan dalam rangka pengumpulan data. Teknik perhitungan data menggunakan teknik analisis dan presentase, dan uji validitas.
Remaja merupakan generasi penerus bangsa, dimana masa depan bangsa berada di pundak para remaja. Agen pembangun terbesar bangsa ini adalah remaja. Remaja memiliki potensi yang besar seperti sifatnya yang idealis, kritis, kreatif, suka akan tantangan, dan patriotis. Namun pada dasarnya, setiap remaja memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Tidak semua remaja mampu merasakan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan banyak remaja yang sama sekali tidak pernah merasakan pendidikan. Hal tersebut yang mendorong para remaja untuk mengisi waktu luangnya dengan  kegiatan yang bermanfaat seperti olahraga, namun tidak menutup kenyataan bahwa tidak sedikit remaja yang mengisi waktu luangnya untuk hal-hal yang tidak baik seperti narkoba, minuman keras, dan tindakan criminal.
Kaitannya dengan hal ini, para remaja Desa Bayur Lor cenderung lebih suka mengisi waktu luangnya dengan bermain futsal. Futsal dikatakan sebagai olahraga yang ramai karena dimainkan oleh banyak orang serta dapat dimainkan di mana saja. Rasa gemar terhadap olahraga futsal timbul dari aspek kejiwaan atau keinginan baik yang muncul dari diri sendiri maupun keinginan yang muncul karena dorongan dari orang lain. Saat ini, olahraga futsal sangat popular dikalangan remaja di Cilamaya Karawang karena futsal dianggap sebagai olahraga yang menyenangkan, menarik, dan menyehatkan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran profil remaja Desa Bayur Lor dalam mengikuti olahraga futsal. Dari hal tersebut didapatkan kebutuhan sosial seperti kebutuhan psikologi, kebutuhan fisiologis memiliki kriteria yang baik. Hal ini terbukti dari hasil perhitungan prsentase kebutuhan bahwa kebutuhan fisiologis memiliki presentase 72.1% , Kebutuhan sosial memiliki presentase 78.6%, dan kebutuhan psikologi memilikin kriteria 39.59%. Dari presentase yang dimiliki oleh masing-masing kebutuhan, dapat disimpulkan bahwa motivasi remaja Desa Bayor Lor lebih didorong oleh kebutuhan sosial yang menempati presentase tertinggi.
Penulis juga mengemukakan beberapa saran yaitu agar remaja bersunggung-sungguh mengikuti olahraga futsal secara teratur agar memiliki tujuan yang lebih jelas, sosialisasi oleh pihak karangtaruna harus ditingkatkan kembali, pemerintah juga harus lebih memperhatikan sarana prasarana dan lebih memperhatikan aktivitas remaja dalam mengikuti olahraga untuk mengisi waktu luang.

Rabu, 02 Januari 2013

Semangat Para Lansia

            Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang terpenting dalam masyarakat. Secara historis keluarga terbentuk paling tidak dari satuan yang merupakan organisasi terbatas, dan mempunyai ukuran yang minimum, terutama pihak-pihak yang pada awalnya mengadakan suatu ikatan. Dalam observasi ini, kami mencoba untuk mencapai makna dari keluarga tersebut dengan cara membentuk sebuah komunitas lansia yang bertempatkan di Jl. Pareanom 20 Patang Puluhan Yogyakarta. Di tempat tersebut, kami melakukan observasi dalam bentuk pengajaran atau berbagi ilmu dan pengalaman.  Observasi kami berbasis pada kegiatan sosial untuk membentuk sebuah komunitas bagi para lansia dalam suasana kekeluargaan penuh kegembiraan dan kasih sayang.
            Observasi ini kami laksanakan sebanyak 3 kali pertemuan dimana selama observasi dilaksanakan, kami memberikan beberapa kegiatan yaitu pengajian, membaca Al-Qur’an, senam atau olahraga lansia, bercerita, dan sharing tentang keluarga. Tujuan utama dari dibentuknya sebuah komunitas lansi ini adalah untuk meningkatkan potensi lansi agar tetap aktif dan produktif serta bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan orang-orang disekitarnya. Dari observasi yang ami laksanakan, atusias dari para lansia di sekitar wilayah pareanom sangatlah tinggi. “Saya sangat berminat sekali mengikuti kegiatan ini agar tidak kesepian, dan saya juga ingin memperluas interaksi dan silaturahmi dengan lansia-lansia lainnya tanpa melupakan keluarga dirumah,” ujar ibu Wardanah, anggota komunitas lansia yang berusia 70 tahun. Begitu halnya dengan alasan-alasan dari para lansia yang lain seperti mencari ilmu, mencari kawan, dan ingin lebih kreatif produktif.
            Dalam komunitas lansia ini, semua anggotanya adalah wanita dan beragama islam. Hal tersebut yang mendasari kami untuk memberikan kegiatan pengajian dan membaca Al-Quran. Ketika kegiatan pengajian dilaksanakan, para lansia dengan seksama mencermati materi yang diberikan oleh pemateri. Semangat para lansia dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi ditandai dengan pertanyaan-pertanyaan dan tanggapan-tanggapan yang diberikan oleh para anggota saat kegiatan berlangsung. Dalam membaca Al-Quran kami tidak menemukan kendala yang signifikan karena semua anggota sudah mampu membacanya.
            Tidak hanya terpaku pada kegiatan yang sifatnya formal dan untuk rohani saja seperti pengajian dan membaca Al-Quran bersama, ada juga kegiatan yang ditujukan kepada kesehatan jasmani  para lansia yaitu senam atau olahraga lansia. Kegiatan ini bertujuan agar para lansia tetap bugar sehingga dapat melaksanakan kegiatan sehari-harinya dengan baik tanpa kendala kesehatan. Kegiatan ini seperti senam jari, senam punggung, dan lengan. Seorang anggota berusia 65 tahun, Musiam Suparman, ibu dari 6 anak ini berujar,”dengan mengikut senam ini, badan saya merasa lebih segar dan bugar. Nyeri-nyeri sendi menjadi berkurang.”
            Kegiatan terakhir kami adalah bercerita dimana di dalamnya dilengkapi dengan bertukar pikiran, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan bercanda bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk rekreasi, dalam artian adalah untuk merilekskan saraf otak agar tetap berfikiran positif. Antusias bercerita para lansia sangat tinggi, bahkan ketika kegiatan berlangsung semua anggota bercerita sehingga suasana menjadi ramai. Mayoritas anggota adalah bercerita mengenai pengalaman hidupnya saat masih muda.
            Pandangan para anggota terhadap keluarga sangatlah intim. Mereka berpandangan bahwa tidak ada keluarga yang lebih erat kecuali keluarga yang berdasarkan hubungan darah. Seperti kata seorang anggota bernama Siti Khalimah bahwa meskipun mengikuti kegiatan di luar keluarganya dan memiliki keluarga baru di komunitas lansia ini, beliau tidak lupa terhadap kedudukan dan perannya dalam keluarga.

HUBUNGAN SIMBIOSIS MUTUALISTIK ANTARA OBJEK WISATA TRANS STUDIO BANDUNG DENGAN MASYARAKAT DI SEKITARNYA

Trans studio merupakan salah satu sektor pariwisata di kota Bandung. Trans studio merupakan arena hiburan yang didirikan oleh Trans Corp. Trans Studio terletak di area BSM atau Bandung Super Mall di Jl. Gatot Subroto no.258, Kota Bandung. Lokasi ini berada diantara Jl. BKR pelajar pejuang (lingkar selatan) dan Jl. Kiara Condong. Trans Studio Bandung adalah indoor theme park terbesar se Indonesia bahkan diklaim terbesar seasia.
Wahana-wahana di Trans Studio Bandung cukup fantastis dan membuat penasaran para pengunjung. Ciri khas dari Trans Studio Bandung ini adalah wahana permainan yang beraneka ragam. Wahana yang diatur sedemikian rupa di dalam suatu ruangan menjadi kesan yang berbeda bagi para pengunjung. Setiap ruangan akan dihiasi dengan berbagai gemerlap lampu dan kreatifitas dekorasi yang berbeda-beda sehingga wajar saja jika tiket masuknya lebih mahal dibandingkan dengan tempat wisata bermain lainnya. Wahana yang berada di tempat ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu Studio Central yang terdiri sepuluh jenis wahana permainan, Magic Corner dimana zona ini di setting seperti negeri dongeng yang terdapat 6 jenis wahana permainan, dan Lost City dimana zona ini sangat cocok untuk pengunjung yang menyukai petualangan dengan 4 jenis wahana permainan.
Sebelum dibangunnya Trans Studio Bandung, di Bandung tepatnya dipusat kotanya tempat wisata yang tersedia mayoritas adalah wisata belanja, mengingat bahwa bandung adalah paris jawa sebagai pusat fashion remaja Indonesia. Hal itu sangat dinikmati oleh remaja pada umumnya, hanya saja seringkali remaja merasa bosan dengan menjamurnya wisata belanja yang terlalu banyak. Begitu halnya dengan anak-anak kecil yang sangat sulit mendapatkan arena rekreasi bermain. Dengan dibangunnya Trans Studio Bandung, masyarakat disekitarnya sangat apresiasi dengan wahana bermain tersebut. Tidak berhenti pada sebuah apresiasi saja, tetapi juga berlangsung dengan adanya kerjasama masyarakat dengan sektor wisata Trans Studi Bandung. Peranan Trans Studio Bandung bagi masyarakat sekitarnya sangat dapat dirasakan. Masyarakat bandung yang mayoritas bergerak dalam sektor industri misalnya menjadi buruh pabrik dengan banyaknya penduduk yang tidak seimbang dengan banyaknya jumlah pabrik, mengakibatkan sempitnya lapangan pekerjaan. Pembangunan Trans Studio Bandung juga sama halnya dengan membangun lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitarnya. Keuntungan bagi masyarakat itu sendiri adalah terserapnya tenaga kerja sehingga kualitas hidup mereka semakin meningkat. Sedangkan keuntungan dari Trans Studi Bandung sendiri adalah dengan peran masyarakat  mempermudah pengelola dalam mendapatkan tenaga kerja untuk mengembangkan area wisata tersebut. Sambutan yang baik dari masyarakat atas pembangunan Trans Studio Bandung juga memperlancar  berkembangnya sektor tersebut tanpa adanya konflik dn kontroversi. Antusiasme masyarakat sekitar Trans Studio Bandung juga sangat tinggi seperti keramahan terhadap para wisatawan, menjaga kebersihan area wisata, dan membantu dalam hal promosi, hal tersebut menjadi nilai tambah sendiri dari keunggulan Trans Studio Bandung oleh masyarakat. Objek sasaran dari wisata bermain ini adalah remaja dan anak-anak sehingga sangat tepat jika Trans Studi didirikan di Bandung. Remaja yang sudah bosan dengan wisata belanja dan anak-anak yang sulit mencari wahana bermain sangat antusias mengunjungi Trans Studio Bandung sehingga sangat menguntungkan bagi pihak Trans Studio Bandung sendiri. Selain kerjasama dalam bentuk tenaga kerja dan pengelolaan objek wisata, keluhan dan evaluasi masyarakatterhadap objek wisata juga menjadi dukungan keberlanjutan Trans Studio Bandung ke depannya.
Trans Studio Bandung yang belum lama dibangun di kota kembang ini, tidak lantas tanpa dampak yang terjadi. Kegiatan pariwisata akan selalu membawa dampak terhadap pembangunan disuatu negara atau daerah. Dampak tersebut berupa dampak ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Dampak tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan objek wisata. Dampak positif dari objek wisata Trans Studio Bandung adalah dari segi ekonomi yaitu tersedianya lapangan pekerjaan dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar sehingga menaikkan tingkat pendapatan masyarakat. Kemudian dampak sosial-budaya yaitu meningkatnya kualitas hidup masyarakat, rendahnya tingkat kriminalitas, dan tidak merubah budaya hidup sehari-hari masyarakat sekitar terhadap kegiatan pariwisata yang ada.
Pertumbuhan ekonomi kota Bandung meningkat sangat pesat. Karena pengunjung yang datang, tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga banyak wisatawan mancanegara yang berdatangan. Dengan datangnya wisatawan mancanegara maka pemasukan daerah kota Bandung menjadi semakin meningkat. Trans Studio Bandung juga mampu menunjukkan bahwasanya Indonesia mampu menyajikan wahana permainan yang spektakuler dan luar biasa seperti yang ada di luar negeri dan tidak kalah canggih.
Dampak negatif yang timbul adalah dari segi lingkungan seperti tingkat kemacetan lalu lintas yang semakin tinggi, penyediaan infrastruktur dari pemerintah yang kurang optimal, dan adanya polusi suara atau kebisingan akibat kegiatan pariwisata tersebut.  Peran masyarakat dalam menyikapi segala dampak yang ditimbulkan oleh objek wisata Trans Studio Bandung adalah persepsi positif terhadap semua dampak baik yang positif maupun yang negatif. Hal tersebut maka akan membantu pengelolaan dan pengembangan Trans Studio Bandung. Dengan begitu, maka kedua belah pihak saling menguntungkan. Inilah yang disebut dengan simbiosis mutualistik.

Sabtu, 08 Desember 2012

Interaksi Sosial

Interaksi Sosial adalah hubungan timbal balik yang berupa aksi saling mempengaruhi antar individu dengan individu, individu dengan kelomppok, kelompok dengan kelompok.
Syarat terjadinya:
1. Kontak Sosial, berdasarkan langsung dan tidaknya :
  • kontak sosial primer (langsung)
  • kontak sosial sekunder (dengan perantara)
    berdasarkan wujudnya :
  • individu dengan individu
  • individu dengan kelompok
  • kelompok dengan kelompok
2. komunikasi, unsur pokoknya :
  • komunikator
  • komunikan
  • pesan
  • media
  • umpan balik
Faktor pendorong:
  • imitasi
  • sugesti
  • identifikasi
  • simpati
  • empati
Bentuk Interaksi sosial :

ASOSIATIF
bentuk asosiatif:
1. kerjasama, berdasarkan pelaksanaannya:
  • gotong royong
  • bargaining
  • kooptasi
  • koalisi
  • joint venture
    berdasarkan bentuknya:
  • spontan
  • langsung
  • kontrak
  • tradisional
2. akomodasi
  • koersi
  • kompromi
  • arbitasi
  • mediasi
  • konsiliasi
  • toleransi
  • stalemate
  • ajudikasi
  • segregasi
  • eliminasi
  • subjugation
  • keputusan mayoritas
  • minority consent
  • konversi
  • gencatan senjata
3. Asimilasi
4. Akulturasi
DISOSIATIF
terdiri dari:
  • persaingan
  • kontravensi
  • pertentangan/konflik

Nilai dan Norma

Di dalam masyarakat terdapat nilai dan norma yang keduanya menghasilkan aturan dalam masyarakat yang membentuk masyarakat yang tenteran dan nyaman. Nilai adalah konsespsi abstrak tentang sesuatu yang berharga dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
Nilai dibedakan menjadi beberapa, menurut :
1. Prof. Dr. Notonegoro, nilai dibagi menjadi :
  • Nilai material (segala sesuatu yang berguna bagi fisik manusia)
  • Nilai Vital (segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan aktivitas)
  • Nilai Kerohanian (segala sesuatu yang berguna bagi batin manusia). Nilai ini di bagi menjadi 4, yaitu  nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai kebaikan, dan nilai religius.
2.  C. Kluckhon
  • Nilai hakikat hidup
  • Nilai hakikat karya manusia
  • Nilai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu 
  • Nilai hakikat hubungan manusia  dengan alam sekitar
  • Nilai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya
3. berdasarkan cirinya
  • Nilai dominan (nilai yang  dianggap lebih penting dibandingkan nilai lainnya)
  • Nilai mendarah daging (nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berfikir/pertimbangan lagi melainkan tidak sadar)
4. secara umum
  • Nilai Immaterial, kaitannya dengan ideologi, gagasan, dan religi yang membentuk kepribadian, tingkah laku, martabat, dan intelektual.
  • Nilai Material dimana menghasilkan sesuatu yang dapat digunakan dan dinikmati oleh panca indra.
Norma adalah patokan perilaku manusia dalam kehidupan di masyarakat. Norma merupakan kumpulan dari nilai.
Macam norma, berdasarkan :
1. Sifat
  • norma formal
  • norma non formal
2. Tingkatan
  • cara/ussage
  • kebiasaan/folkways
  • tata kelakuan/mores
  • adat istiadat/costum
3. Secara umum
  • norma agama
  • norma kesusilaan
  • norma kesopanan
  • norma kebiasaan
  • norma hukum

Selasa, 04 Desember 2012

apa saja yang ada dalam sosiologi?




INTERAKSI SOSIAL
NORMA SOSIAL
NILAI SOSIAL






PENYIMPANGAN SOSIAL


SOSIALISASI

KONFLIK

PENGENDALIAN SOSIAL
 
INTEGRASI SOSIAL
STRATIFIKASI SOSIAL
MOBILITAS SOSIAL
PERUBAHAN SOSIAL
KELOMPOK SOSIAL

Objek Sosiologi

seperti yang kita ketahui bahwa objek kajian dari sosiologi adalah masyarakat. Sosiologi memfokusan diri dari pada hubungan-hubungan antarmanusi dan proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut dalam masyarakat. Masyarakat sebagai objek studi sosiologi menunjukkan pada sekumpulan manusia yang sudah lama hidup bersama dan menciptakan berbagai nilai dan norma untuk mengatur kehidupannya.
Ada beberapa unsur dalam masyarakat:
  • sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama
  • manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu kesatuan
  • manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu sistem hidup bersama yaitu yang menimbulkan keterikatan anggota dala  kelompok.